Halaman Utama

Minggu, 11 Maret 2012

Mafia Wine Asal Indonesia Di Bekuk FBI



Jupitter Hot News


Rudy Kurniawan |

Mungkin belum banyak yang mengenal siapa orang yang akan kita bahas berikut ini. Tetapi dikalangan sosialita serta orang-orang kaya di Amerika Serikat serta kumpulan penggemar / kolektor wine / anggur, namanya sangat dikenal. Saat ini nama Rudy Kurniawan sedang menjadi banyak pembicaraan di situs-situs serta media baik di Indonesia maupun dunia. Bagaimana tidak Rudi Kurniawan yang merupakan orang kaya asal Indonesia, diduga melakukan tindak pidana penipuan dan ditangkap Oleh Biro Investigasi FBI Amerika Serikat. 


Kronologis Penangkapan Rudi Kurniawan menurut Los Angeles Times melaporkan, Rudy ditangkap oleh agen-agen dari skuad elite FBI yang berbasis di New York, yang fokus pada kejahatan-kejahatan yang melibatkan seni, barang-barang antik dan koleksi-koleksi lainnya. Rudy ditahan pada Kamis (8/3/2012) waktu Amerika Serikat. Dia ditahan atas tuduhan mencoba menjual anggur palsu, yang jika asli, akan bernilai sekitar US$ 1,3 juta. Rudy yang tinggal di Arcadia, California, juga dituduh melakukan kecurangan dalam mendapatkan pinjaman jutaan dolar untuk membiayai apa yang disebut jaksa sebagai “gaya hidup tingkat tingginya”.Dalam hearing di Pengadilan Distrik AS di Los Angeles pada Kamis, 8 Maret waktu setempat, jaksa mengatakan bahwa dari penggeledahan di rumah Rudy didapatkan benda-benda yang digunakan untuk memalsukan botol-botol anggur. 


Siapa Rudy Kurniawan ? 

Rudy Kurniawan, adalah kolektor sekaligus penjual wine (anggur) asal Indonesia yang terkenal di kalangan kelas atas sosialita di Amerika Serikat. Pria berumur 35 tahun itu selama bertahun-tahun ini aktif di lingkungan wine sebagai salah satu kolektor, penjual wine terkaya di dunia. Rudi sendiri merupakan WNI yang permohonan suakanya ditolak otoritas AS pada tahun 2001. Setelah penolakan itu, Rudy pun diperintahkan untuk meninggalkan AS. Rudy yang juga dikenal sebagai Dr. Conti itu kemudian mengajukan banding. Namun permintaan bandingnya pun ditolak. Pria yang lahir di Jakarta itu kemudian kembali diperintahkan untuk meninggalkan Amerika. Tapi dia tidak mematuhinya. Maka sejak April 2003 Rudy pun tinggal di California. Nama asli Rudi juga yaitu Zhen Wang Huang.

Di Lain Tempat.

FBI menyatakan, Rudy Kurniawan berusaha untuk menjual anggur yang nilainya mencapai USD1,3 juta atau sekira Rp11,8 miliar (Rp9.125 per USD). Anggur-anggur ini dapat dipastikan palsu. 
Rudy yang juga berhasil menjual anggur senilai USD35 juta atau Rp319 miliar pada 2006 lalu, saat ini berada dalam tahanan Kepolisian Los Angeles. Pihak berwenang di Manhattan, New York juga mencarinya atas tuduhan pemalsuan dokumen

Sementara untuk kasus wine palsu, berdasarkan penyelidikan, Rudy Kurniawan dituduh pelakukan menjual sekira 84 wine palsu di sebuah lelang pada 2008 lalu. 



Saat itu Rudy mengaku anggur yang dijualnya merupakan produksi Domaine Pondsot, di Burgundi, Prancis.
"Anggur-anggur itu mampu dijualnya dengan seharga USD600 ribu atau sekira Rp5,4 miliar. Meski dirinya bersikeras anggur ini asli, tetapi pada kenyataannya tidak," ujar jaksa penuntut seperti dikutip The New York Times, Jumat (9/3/2012).
Selain itu Rudy juga didakwa mencoba menjual sebuah botol anggur Domaine Ponsot. Namun anggur tersebut tidak mungkin ada, karena Domaine Ponsot belum memproduksi anggur hingga tahun 1934.
Kasus yang menjerat pria berusia 35 tahun ini bukan hanya tentang kasus penjualan anggur palsu. Pria asal Arcadia, California itu juga dituduh menggelapkan uang jutaan dolar dalam bentuk pinjaman, untuk membiayai gaya hidupnya yang mewah.
Rudy ditangkap oleh agen-agen di New York, yang memfokuskan tugasnya atas kejahatan yang melibatkan penipuan karya seni, barang antik dan benda koleksi lainnya. Pada sidang kesaksian pada di Pengadilan Distrik Los Angeles, para penyelidik yang menggeledah rumah Rudi menemukan bahan-bahan yang digunakan untuk memproduksi anggur palsu.


Pihak berwenang juga menemukan botol anggur produksi antara 1945 dan 1971 dari ladang Clos st.Denis yang dimiliki Domaine Ponsot. Tetapi lagi-lagi botol itu adalah palsu, karena Domaine Ponsot belum memproduksi anggur dari Clos St. Denis, hingga pada tahun 1982. Anggur-anggur itu kemudian ditarik dari lelang atas permintaan Domaine Ponsot.
Saat ditanya, Rudy bersikeras bahwa dirinya mendapatkan anggur palsu itu dari seorang pria di Asia. Rudy pun sudah memberikan informasi dua nomor telepon dari pria pemasok anggur palsu tersebut. Namun dua nomor telepon itu justru merujuk pada nomor telepon sebuah maskapai penerbangan Indonesia dan sebuah mal di Jakarta.
Sementara pengacaranya, Luis Li mengatakan, pihaknya saat ini tengah mengevaluasi dakwaan yang akan dijatuhkan kepada Rudy Kurniawan. 



Sumber :: http://international.okezone.com/read/2012/03/09/
Berbagai Sumber


jupitter.blogspot.com/



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

http://jupitterpandawa.blogspot.com/

Silahkan masukan comentar anda

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...