Halaman Utama

Rabu, 30 Maret 2011

Rahasia Di Balik Buah Petai

Jupitter News _ Pernah makan petai, udah ngaku aja.. Jangan-jangan menu di rumah petai mulu lagi.. hehe. Tapi tidak disangka di balik baunya yang ‘Luar Biasa’, petai memiliki khasiat yang ‘Luar Biasa’ pula. Jika tidak percaya sebenarnya nilai gizi petai sekelas dengan nilai gizi apel.


Petai


Petai yang diperkirakan berasal dari Malaysia lalu dibudidayakan di Indonesia, khususnya pulau Jawa juga memiliki banyak nama lain dari tiap daerah. Secara umum disebut petai, tetapi ada yang menyebut pete, sindutan (Jawa), peuteuy (Sunda), peteh (Madura), patai (Minangkabau), petar (Lampung), parora atau peti (dayak), pole (Bima), pati (Sumba), peloh (Seram Selatan), dan faopitu (Pulau Buru).

Bagian terpenting dari petai sudah tentu adalah bijinya. Even si petai ini bau, namun banyak orang juga yang menggemari biji yang satu ini. Petai biasanya dimanfaatkan sebagai penambah selera makan, bisa sebagai lalap, direbus, atau dibakar. Apalagi ditambah sambal, wuih sedap nian dah.. bikin ngiler.
Ets, bagi yang doyan apel bakalan kecele, karena petai memiliki protein empat kali lebih banyak, karbohidrat dua kali lebih banyak, tiga kali lipat fosfor, lima kali lipat vitamin A dan zat besi, dan dua kali lipat jumlah vitamin dan mineral lainnya. Petai merupakan sumber energi yang baik, yaitu 142 kkal per 100 g biji. Petai mengandung tiga macam gula alami, yaitu sukrosa, fruktosa, dan glukosa yang dikombinasikan dengan serat. Kombinasi tersebut mampu memberikan dorongan tenaga instan, tetapi cukup lama dan cukup besar efeknya.


Petai gantung


Riset membuktikan, dua porsi petai mampu memberikan tenaga yang cukup untuk melakukan aktivitas berat selama 90 menit. Karena itu, petai merupakan sumber energi yang potensial untuk mendukung berbagai aktivitas.
Kandungan fosfor pada petai juga cukup baik, yaitu 115 mg per 100 g biji. Fosfor merupakan mineral kedua terbanyak setelah kalsium. Kurang lebih satu persen berat tubuh kita terdiri dari fosfor. DNA dan RNA di dalam tubuh kita terdiri dari fosfor dalam bentuk fosfat, demikian juga membran sel yang membantu menjaga permeabilitas sel. (ingat pelajaran biologi dulu??)
Nah, ini pertanyaan klasik. Kenapa sih pete atau petai itu baunya nggak nahan??? Bau tak sedap yang khas (khas banget!) merupakan salah satu ciri dari napas maupun urin penggemar fanatik petai. Di Amerika, petai terkenal sebagai the most horrible food ini the world (makanan yang paling mengerikan di dunia :p) lantaran baunya yang ‘keren’. Apa yang membuat petai mengasilkan bau yang ‘luar biasa’?

Penyebab bau itu sebenarnya adalah asam-asam amino yang terkandung di dalam biji petai. Asam amino itu didominasi oleh asam amino yang mengandung unsur sulfur (S). Ketika terdegradasi atau terpecah-pecah menjadi komponen yang lebih kecil, asam amino itu akan menghasilkan berbagai komponen flavor yang sangat bau. Salah satu gas yang terbentuk dari unsur itu adalah gas H2S (hidrogen sulfida) yang terkenal sangat bau.
Bau yang ditimbulkan dari petai itu sebenarnya cukup mengganggu, terutama bagi orang lain yang tidak ikut mengkonsumsi (salah sendiri kenapa gengsi). Bagi yang mengonsumsi, meskipun bau setidak-tidaknya sudah menikmati kelezatan petai. Namun, bagi orang lain yang tidak ikut menikmati dan cuma kebagian baunya, akan merasa sangat terganggu. Apalagi dengan air seru yang dikeluarkannya. Jika pemakan petai ini buang air di jamban kurang sempurna membilasnya, jamban akan berbau tidak enak dan mengganggu ketenangan dan kondisi mental ;p orang lain.

Trus gimana cara menghilangkan bau si Pete ini?? Jawabannya belum ada cara yang benar-benar klop. Meskipun kita bisa menguranginya dengan cara mengkonsumsi ketimun/mentimun atau juga dengan mengunyah sedikit bubuk kopi lalu minum air putih.
Apa khasiat tersembunyi dari si Mr.petai ini, beberapa diantaranya adalah dapat mengendurkan syaraf-syaraf dan menghilangkan depresi karena petai mengandung triptofan, yaitu asam amino yang dapat diubah tubuh menjadi serotonin. Serotonin merupakan suatu neurotransmitter yang dapat memberikan efek cooling (calming effect). Efek tersebut akan membuat tubuh menjadi rileks, mood membaik, dan secara keseluruhan dapat membuat seseorang merasa lebih bahagia. Hal itu disebabkan oleh kemampuan tirptofan untuk mengendurkan saraf di otak. Selain itu petai juga bisa sebagai obat hati (bukan karena patah hati loh) dan ginjal.

Naaaah.... setelah mengenal fakta dibalik petai apa masih gengsi makan petai?????? Hayoooooo...????

Mari kita memasyarakatkan PETAI dan MemeTaikan Masyarakat Wkwkwkwkkkk......Ok jumpa lagi ama Jupi pada posting berikutnya...

Sumber : http://sugengfiles.wordpress.com/2007/04/04/just-for-fun-rahasia-dibalik-petai/

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

http://jupitterpandawa.blogspot.com/

Silahkan masukan comentar anda

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...