Halaman Utama

Kamis, 19 April 2012

Kisah Nyata . Ibu Buta Pemerah Sagu



Jupitter Story




Tinggal disebuah rumah yang sudah reyot dan rapuh, Bunga (54),nama wanita tuatunanetra yang telah ditinggal mati suaminya sejak tujuh tahun lalu itu berjuang untuk bertahan hidup bersama putri semata wayangnya, Rani.

Wanita penyandang tuna netra yang hidup di Desa Mico, Kecamatan Palakka, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan bekerja sebagai pemerah sagu upahan. Pemandangan itu pula yang terlihat kemarin, Selasa (13/4/2011).

Sejak pagi, Bunga sudah mulai memeras sagu yang dicampurkan dengan air untuk diambil sarinya. Meskipun tidak memiliki penglihatan, ia harus terus berjuang demi Rani. Terlebih, sepeninggalan suaminya, mereka tidak ditinggalkan harta yang berharga, selain gubug yang kini mereka tempati.

"Inilah yang harus saya lakukan. Kalau mengenai penghasilannya, saya mendapatkan upah satu ember Rp500," ungkap Bunga, sambil terus memerah sagu, agar bisa menghasilkan beberapa ember dan penghasilannya bisa bertambah.

Namun, karena usianya yang terus bertambah, Bunga mengaku hanya bisa memerah 3-4 ember sagu sehari. Artinya, dalam sehari, dia hanya bisa mendapatkan penghasilan Rp 2000. Bahkan, pendapatan tersebut juga tidak berlangsung setiap hari, karena tergantung permintaan.

Jika sepi, dia juga terkadang menjadi penjual daun pisang, yang hasilnya juga tak seberapa. Merasa hasil keringat ibunya belum cukup, Rani juga terpaksa berhenti sekolah dan membantu ibunya, dengan membuat sapu lidi, yang diambil dari daun kelapa.

Dengan tekun dia melepaskan daun kelapa dan mengambil lidinya, kemudian disatukan, hingga menjadi sapu. Biasanya, dia menjual sapu lidi tersebut keliling kampung dengan harga Rp 1000.

Inilah salah satu potret kehidupan masyarakat Indonesia yang masih dililit kemiskinan gan
terlahir dengan kebutaan tak menghalangi niat ibu tua ini untuk bekerja walaupun hanya mendapat upah yang bagi kita mungkin sama sekali tidak berharga gan. ...

miris ane gan ngeliat ibu tua yang buta ini...

dan ane yakin gan, para wakil rakyat kita kita disenayan sana belum tentu ada yang peduli dengan nasib orang2 seperti mereka ini gan,

bayangkan , dana pembangunan gedung dpr yang baru apabila dipake buat ngebantu orang kecil seperti ini, sudah pasti orang2 seperti mereka ini terbantu...






jupitter.blogspot.com/


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

http://jupitterpandawa.blogspot.com/

Silahkan masukan comentar anda

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...