Halaman Utama

Sabtu, 21 April 2012

80% Masyarakat Kota Besar Mengalami Gangguan Kejiwaan



Jupitter Atma



Dengan populasi yang mencapai lebih dari 220 juta, maka diperkirakan 66 juta penduduk Indonesia pernah mengalami gangguan kejiwaan. Jumlah orang yang terkena dampaknya meningkat sangat signifikan bila menghitung minimal delapan anggota keluarga dari penderita ikut terkena dampak dari gangguannya.
"Dari total jumlah penduduk di Indonesia, 80% nya mengalami masalah dalam kejiwaannya. Seabanyk 1,3% di antaranya yang mengalami gangguan jiwa yang serius seperti Skizofrenia, gangguan Bipolar serta Depresi Psikotik dan perlu penangan maksimal," kata Direktur Bina Kesehatan Jiwa Kementerian Kesehatan, dr Diah Setia Utami, SpKJ,MARS, dalam bincang pemberian edukasi kepada penderita gangguan kejiwaan di Jakarta, Jumat (20/4).
Dr Diah menjelaskan, kesehatan jiwa sudah menjadi masalah yang sering terjadi dalam kehidupan sehari-hari. Pasalnya, yang masuk kategori gangguan kejiwaan bukan hanya gangguan jiwa berat saja, gangguan ringan juga masuk dalam kategori gangguan kejiwaan, seperti misalnya kecemasan yang berlanjut.
"Lingkungan fisik dan psikis di kota besar akan membuat warganya cenderung mengalami gangguan perilaku. Jakarta misalnya, tergolong tinggi untuk gangguan mental dan emosional, seperti depresi dan perilaku agresif," jelas dr Diah.
Akibatnya terjadi gangguan makan dan tidur, tawuran, penyalahgunaan narkoba, kekerasan dalam rumah tangga, serta kenakalan anak dan remaja. Gangguan mental itu juga mengakibatkan terjadinya perceraian, kekerasan massal, dan bunuh diri.
Fenomena gangguan mental dan emosional yang terlihat sekarang di Jakarta hanya sebatas gambaran saja. Banyak hal yang harus diperhatikan para pemangku kebijakan agar fenomena itu tidak meletus menjadi beragam persoalan yang tak bisa ditangani lagi.

Rentan Sindrom Schizophrenia

Dilansir HuffPost,berdasarkan penelitian Fakultas Kedokteran Universitas Heidelberg, Jerman, menunjukan bahwa pikiran orang-orang di kota besar terlihat memiliki aktivitas amigdala, bagian dari otak yang aktif dengan kecemasan berlebihan.
Hal itu berdasarkan penelitian terhadap 32 responden di kota besar, kota kecil, dan pedesaan di Jerman. Mereka diminta untuk mengerjakan masalah aritmatika yang sulit untuk meneliti kerja otak.
Dalam penelitian tersebut juga menemukan bahwa mereka yang dibesarkan di daerah perkotaan menunjukkan aktivitas dalam korteks anterior cingulate perigenual (pACC), bagian dari otak yang terlibat dengan sindrom Schizophrenia. Schizophrenia adalah gangguan otak sehingga tidak berfungsi dengan baik.
"Penyakit ini dua kali lebih berisiko pada orang yang tinggal di kota. Semakin besar kota, semakin tinggi resiko menderita gangguan jiwa," ungkap psikiater Andreas Mayer Lidenberg, ketua tim penelitia tersebut.
Tekanan kehidupan di kota cenderung lebih besar. Hal ini sangat terbukti dapat menyebabkan gangguan mental pada orang yang hidup di dalamnya. [mor]



Sumber :: http://gayahidup.inilah.com/read/detail/1852986/80-masyarakat-kota-besar-alami-gangguan-kejiwaan

jupitter.blogspot.com/

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

http://jupitterpandawa.blogspot.com/

Silahkan masukan comentar anda

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...