Halaman Utama

Selasa, 04 Januari 2011

Apa itu otak...????



Multitasking Memperlambat Kerja Otak


MENGERJAKAN banyak tugas sekaligus (multi-tasking) menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari. Tanpa sadar mungkin Anda seringkali berbicara di telepon sambil menulis. Apakah cara ini bagus untuk otak? Profesor Earl Miller dari world-renowned Massachusetts Institute of Technology menemukan, kecenderungan multi-tasking ternyata memicu berbagai gangguan otak, termasuk stres kronis dan kemarahan tidak terkontrol.

Membuat otak kabur

Hasil medical-scanning menunjukkan, otak manusia tidak didisain untuk mengerjakan banyak tugas sekaligus seperti pakar sulap. Otak bergerak secara perlahan dari satu tugas ke tugas lainnya. Artinya, mengerjakan 2 atau 3 kegiatan saja sekaligus akan memaksa otak bekerja lebih keras dibandingkan jika Anda mengerjakan tugas tersebut satu per satu.

Dalam penelitiannya, Miller meminta para partisipan menjalani scan kepala sambil mengerjakan berbagai tugas berbeda secara bersamaan. Studi menemukan, saat sekelompok stimulan dihadirkan di hadapan Anda, hanya 1 atau 2 hal yang cenderung mengaktifkan otak. Hal ini, menurut Miller, mengindikasikan kalau Anda hanya benar-benar fokus terhadap 1 atau 2 hal.

Dengan kata lain, otak berusaha melompat dari satu tugas ke tugas lainnya secara tidak efisien. Dan masalah sebenarnya, lanjut Miller, akan muncul saat Anda mencoba berkonsentrasi pada dua tugas sekaligus."Hal ini akan menyebabkan kapasitas pengolahan data otak kelebihan muatan," tutur Miller, seperti dikutip situs dailymail.

Hal ini, terang Miller, biasanya terjadi saat Anda mencoba melakukan tugas-tugas yang hampir serupa bersamaan, misalnya menulis email dan berbicara di telepon. Kedua aktivitas ini akan bersaing untuk menggunakan bagian otak yang sama. Sebagai akibatnya, kerja otak akan melambat.

Menurut Glenn Wilson, seorang psikiater dari University of London, jangankan melakukannya, memikirkan hal ini saja bisa menurunkan kerja otak. Penelitiannya beberapa tahun lalu sebelumnya menemukan, berada dalam situasi yang memungkinkan Anda bisa mengetik dan mengirim email sekaligus (misalnya di meja kerja) saja, bisa menurunkan IQ hingga 10 angka. Efek yang ditimbulkan setara dengan otak yang kabur akibat tidak tidur semalaman.

Tidak efisien

Tidak hanya mempengaruhi kejernihan mental, kerja otak yang berpindah-pindah antara satu ke yang lain juga membuat kerja Anda menjadi tidak efisien. Sebuah studi yang dipublikasikan di Journal Of Experimental Psychology menemukan, siswa memerlukan lebih banyak waktu untuk memecahkan soal matematika yang rumit saat mereka harus berpindah mengerjakan tugas yang lain. Kerja mereka melambat hingga 40%.

Memicu stres

Studi ini juga menemukan kalau multi-tasking berpengaruh negatif terhadap fisik, memicu pelepasan hormon stres dan adrenalin. Hal ini akan memicu munculnya siklus yang justru merugikan Anda. Anda akan bekerja lebih keras untuk mengerjakan banyak tugas sekaligus, menghabiskan lebih banyak waktu, kemudian merasa stres, semakin terburu-buru dan semakin memaksa diri untuk melakukan lebih banyak lagi.

Studi-studi yang dilakukan Gloria Mark, seorang 'interruption scientist' dari University of California menemukan, saat orang sering berpindah-pindah dari satu tugas ke tugas yang lain, maka mereka bekerja lebih cepat tetapi menghasilkan lebih sedikit. Setelah 20 menit mengerjakan tugas yang berpindah-pindah, partisipan melaporkan merasa lebih stres, frustasi, bekerja berlebih, berusaha lebih banyak dan merasa lebih tertekan.

Bagaimana dengan Anda? pernahkah Anda mencoba melihat bahwa pola multi-tasking yang Anda terapkan justru menjadi sumber penyebab kelelahan Anda di penghujung hari? Jika Anda terbiasa dengan cara multi-tasking, ada baiknya mulai mempertimbangkannya kembali. (OL-08)


Penuaan Otak Dimulai Sebelum Umur Tiga Puluh

Apakah Anda salah satu dari orang-orang yang heran mengapa pada usia 30, Anda sudah lupa meletakkan kunci Anda dalam waktu lima menit yang lalu, atau mengapa Anda memiliki kesulitan waktu mengingat nama seseorang walaupun Anda telah sering bertemu? Pertanyaan itu mungkin dapat dijawab dengan kenyataan kemampuan otak kita benar-benar mulai menurun pada usia 27.

Kemampuan otak kita mencapai puncaknya pada usia 22, penurunan kemampuan dimulai beberapa tahun setelahnya, hanya menyisakan perbedaan kecil dari puncak aktivitas otak yang didasarkan pada penelitian terbaru oleh Tim peneliti dari Universitas Virginia. Tim peneliti menggunakan tes yang biasa digunakan mendiagnosa keadaan, seperti Alzheimer dan bentuk lain dari demensia, selama tujuh tahun. Mereka meneliti 2.000 laki – laki dan perempuan dari usia 18-60 yang diminta untuk memecahkan teka-teki yang ada, mengulangi perkataan dan mengingat detail cerita , serta mengenali pola-pola yang dibuat dari huruf dan simbol - simbol.

Peserta dalam penelitian secara keseluruhan dalam keadaan sehat dan berpendidikan baik. Berdasarkan hasil pengujian, para peneliti menemukan sembilan (9) dari dua belas (12) tes menunjukan kinerja puncak tercapai pada usia 22. Test mengukur kecepatan otak, penalaran dan kemampuan memecahkan teka-teki, tercatat nilai penurunan pertama dimulai pada usia 27. Sebagian besar peserta rata-rata dari mereka tetap memiliki ingatan sampai usia 37, dengan memeriksa beberapa tes kosakata atau informasi umum menunjukkan perolehan ingatan sampai umur 60.

Profesor Timotius Salthouse, ketua peneliti dari tim peneliti memaparkan tambahan terbaru pada jurnal Neurobiology of Aging, berkata, "Beberapa aspek penurunan kesehatan pada manusia yang diakibatkan oleh faktor usia, telah dimulai pada umur 20-30 tahun.” Menurut Rebecca Wood, dalam Alzheimer's Research Trust, "Memahami lebih lanjut tentang cara penurunan otak dapat membantu kita memahami jika terjadi kesalahan dalam penyakit serius seperti Alzheimer." Dia juga berkata, "Alzheimer bukan penyakit alami dari bawaan usia tua, melainkan penyakit fisik yang membunuh sel-sel otak, yang mempengaruhi puluhan ribu orang di bawah usia 65. "

Ingatan kita adalah penting dalam kehidupan kita sehari-hari, apakah itu digunakan untuk mengingat kehidupan anak-anak kita saat mereka beranjak dewasa, resep favorit, tanggal lahir, aspek – aspek dalam karier atau merasakan hal – hal sederhana, seperti menjemput anak-anak kita dari sekolah. Dengan penelitian baru, kita dapat melihat langkah-langkah untuk mempertahankan ingatan dan ini perlu dimulai sejak dini. Mungkin otak kita dapat memeriksa jauh sebelum kita berbuat, dengan harapan hidup rata-rata di Amerika berada di sekitar usia 80. Banyak penelitian diperlukan untuk mengetahui lebih banyak hal mengenai hilangnya ingatan, harapannya dapat menangkal kondisi yang mengerikan seperti Alzheimer atau bentuk demensia. Untuk saat ini Anda dapat melakukan latihan, menurut beberapa riset, itu bisa membantu meningkatkan fungsi otak dan mencegah hilangnya daya ingat. (Erabaru/ngrh)

Gambar Porno, Bikin Otak Pria Terhenti Sesaat?

JIKA pria berpikir "mengintip" gambar wanita semi bugil untuk beberapa menit dapat membuka hari menjadi indah. Sebaiknya Anda berpikir ulang. Sebab, hasil scan otak yang diperoleh dari penelitian terkini melaporkan, melihat gambar wanita berpose sensual dapat membuat kinerja otak pria terhenti sesaat. Nah lho!

Rasa empati pada orang lain dapat berkurang bila Anda sering "menikmati" keindahan visual lewat gambar porno. Tentu saja bukan tanpa sebab, Princeton University melakukan survei dengan membagikan kuesioner kepada partisipan mengenai kegemaran mereka "mengonsumsi" gambar-gambar wanita berpose "liar".

Partisipan diminta mengisi kuesioner untuk mentaksir pikiran mereka perihal gambar porno. Partisipan yang menjawab dengan nilai tinggi, ternyata memiliki sifat kurang berempati dengan sekitarnya. Hasil ini ditemukan di area seputar otak mereka.

Para peneliti dari Princeton University menyarankan untuk melihat gambar wanita bertubuh sehat, daripada model dengan balutan bikini. Sebab, Mr P Anda juga dengan mudah bisa "gusar", atau malah, Anda dapat merasa pusing dengan hebatnya karena hasrat Mr P yang meledak-ledak.(nsa)

10 MISTERI OTAK MANUSIA YANG BELUM TERPECAHKAN



Jangankan alam sekitar, diri sendiri kita pun masih banyak menyimpan tanda tanya. Otak manusia bisa disamakan dengan prosesor komputer. Bedanya, kinerja prosesor dapat diuraikan secara logika, sedangkan otak kita tidak.

Ada sepuluh misteri yang masih menyelubungi seluk beluk otak manusia. Ilmuwan masih terus mencoba mencari penjelasan ilmiahnya. Tapi tetap saja misteri itu merupakan rahasia kehidupan ciptaan Tuhan yang luar biasa. Berikut 10 misteri seputar otak manusia yang kita alami sehari-hari, tapi tetap kita tak mampu mencari penyebabnya.

1. Kesadaran

Saat bangun di pagi hari, kita tersadar dari tidur. Menikmati sinar matahari dari celah jendela, udara pagi nan sejuk, dan seterusnya. Kita menyebutnya sebagai kesadaran. Bidang ini memicu topik majemuk yang dibahas ilmuwan sejak zaman dulu. Pakar neurologi mutakhir menjabarkan kesadaran sebagai suatu topik riset realistis.

2. Hidup Membeku

Hidup abadi memang hanya ada dalam khayalan manusia. Namun ilmuwan telah menemukan cryonic, temuan yang mampu membuat manusia memiliki dua kehidupan. Salah satu pusat cryonic adalah Alcor Life Extension Foundation, di Arizona, yang menyimpan tubuh mahluk hidup dalam tabung berisi nitrogen cair dengan suhu minud 320 fahrenheit.

Idenya adalah manusia yang sudah meninggal akibat penyakit akan dicairkan dan dihidupkan kembali di masa mendatang saat penyakit itu sudah bisa disembuhkan. jenazah Ted Williams, pemain baseball kenamaan disimpan di sini. Karena teknologinya belum ditemukan, maka penghidupan kembali belum dilakukan. namun tubuhnya sudah “dilelehkan” dengan suhu yang tepat sehingga sel-selnya membeku dan memecah.

3. Misteri Kematian

Bagaimana manusia menjadi tua? manusia terlahir dengan mekanisme tubuh yang mampu bertahan dari penyakit. Itu sebabnya luka bisa sembuh sendiri wanta diobati. Tapi seiring dengan bertambah usia, mekanisme itu menurun. kenapa bisa begitu? Ada dua teori penjelasannya. Pertama, penuaan adalah bagian dari genetika manusia. Kedia, penuaan adalah hasil dari sel-sel tubuh yang rusak.

4. Alam VS Asuhan

Perdebatan tentang pikiran dan kepribadian manusia masih berkutat antara dua hal di atas. Kepribadian dan pemikiran manusia dikatakan dikontrol oleh gen atau lingkungan?Atau bisa jadi keduanya? Masih belum ada kesepakatan di kalangan ilmuwan tentang hal ini.

5. Pemicu Otak

Tertawa adalah hal yang paling sedikit dipahami dari perilaku manusia. Para ilmuwan menemukan bahwa selama tertawa, ada tiga bagian otak yang terlibat. Pertama, bagian yang berpikir sebelum kita memahami suatu gurauan. Kedua, area yang bergerak untuk memberitahu otot kita untuk melakukan sesuatu. Lalu sebuah area emosional yang menggugah perasaan geli.

John Morreall, ilmuwan peneliti humor dari College of William and Mary, menemukan bahwa tertawa adalah respon bermain atas kisah yang tidak sesuai dengan harapan. Tertawa juga mampu menular pada orang lain.

6. Daya Ingat

Beberapa pengalaman sulit dilupakan, sebaliknya kita justru kerap melupakan hal-hal penting. Bagaimana itu bisa terjadi? menggunakan teknik pencitraan otak, ilmuwan menemukan adanya mekanisme yang bertanggungjawab pada penciptaan dan penyimpanan memori. mereka menemukan hippocampus dan materi abu-abu otak yang berperan sebagai kotak memori. Tapi mengapa ada memori yang mudah diingat dan dipukana, masih tetap jadi misteri.

7. jam Biologis

Otak juga memiliki nukleus suprachiasmatic nucleus alias jam biologi. Bagian ini memprogram tubuh untuk mengikuti irama waktu 24 jam. Jam biologi juga menyesuaikan suhu tubuh, siklus bangun tidur, juga produksi hormon melatonin. Perdebatan terakhir adalah apakah suplemen melatonin mampu mencegah jet lag?

8. Perasaan Dihantui

Diperkirakan 80 persen dari sensasi pengalaman termasuk gatal, tertekan, nyaman dan rasa sakit datang dari bagian tubuh yang hilang. Ada orang yang mengalami adanya organ tubuh mereka yang tidka nampak tapi bisa merasakan. Salah satu penjelasan adalah adanya area syaraf di salah satu organ tubuh yang menciptakan konseksi baru pada saraf tulang belakang dan berlanjut mengirimkan sinyal ke otak.

9. Tidur

Mengapa manusia butuh tidur? Ilmuwan paham bahwa semua mamalia butuh tidur cukup. Tidak cukup tidur berkepanjangan akan menimbulkan halunisasi bahkan kematian. Ada dua tingkatan dalam tidur, yakni tidur yang non-rapid eye movement (NREM), terjadi selama otak memperlihatkan rendahnya aktivitas metabolik. Lalu tidur tingkat rapid eye movement (REM), saat otak masih cukup aktif.

10. Mimpi

Selain tidur, mimpi juga menjadi misteri. Kemungkinannya adalah, bermimpi merupakan latihan otak yang menstimulasi trafik synap antar sel-sel otak. Teori lain mengatakan manusia bermimpi mengenai tugas dan emosinya yang tak sempat diperhatikan selama mereka terjaga di siang hari.


10 Kebiasaan Buruk Yang Merusak Otak!

Sayangi otak Anda, dan ada baiknya kalau Anda kembali menelaah kebiasaan-kebiasaan kecil yang Anda anggap remeh namun berdampak negatif pada otak Anda.

1. Tidak Mau Sarapan
Banyak orang yang menyepelekan sarapan. Padahal tidak mengkonsumsi apapun di pagi hari menyebabkan turunnya kadar gula dalam darah. Hal ini berakibat pada kurangnya masukan nutrisi pada otak yang akhirnya berakhir pada kemunduran otak. Sarapan yang terbaik di pagi hari bukanlah makanan berat seperti nasi goreng spesial, tetapi cukup air putih dan segelas jus buah segar. Ringkas dan berguna untuk tubuh!

2. Kebanyakan Makan.
Terlalu banyak makan mengeraskan pembuluh otak yang biasanya menuntun orang pada menurunnya kekuatan mental. Jadi makanlah dalam porsi yang normal. Biasakan menahan diri dengan cara berhenti makan sebelum Anda kekenyangan.

3. Merokok
Jika rokok memiliki segudang efek buruk, semua orang pasti sudah tahu. Dan ada satu lagi efek buruk rokok yang terungkap di sini. Merokok ternyata berakibat sangat mengerikan pada otak! Bayangkan, otak manusia lama kelamaan bisa menyusut dan akhirnya kehilangan fungsi-fungsinya karena rajin menghisap benda berasap itu. Tak ayal di waktu tua bahkan pada saat masih muda sekalipun, kita rawan alzheimer (alzheimer adalah penyakit pikun).

4. Terlalu Banyak Mengkonsumsi Gula
Terlalu banyak asupan gula akan menghalangi penyerapan protein dan gizi sehingga tubuh kekurangan nutrisi dan perkembangan otak terganggu. Karena itu, kurangi konsumsi makanan manis favorit Anda.

5. Polusi Udara
Otak adalah bagian tubuh yang paling banyak menyerap udara. Terlalu lama berada di lingkungan dengan udara berpolusi membuat kerja otak tidak efisien.

6. Kurang Tidur
Tidur memberikan kesempatan otak untuk beristirahat. Sering melalaikan tidur membuat sel-sel otak menjadi mati kelelahan. Tapi jangan juga kebanyakan tidur karena bisa membuat Anda menjadi pemalas yang lamban. Sebaiknya tidur 6-8 jam sehari agar sehat dan bugar.

7. Menutup Kepala Ketika Sedang Tidur
Tidur dengan kepala yang ditutupi merupakan kebiasaan buruk yang sangat berbahaya karena karbondioksida yang diproduksi selama tidur terkonsentrasi sehingga otak tercemar. Jangan heran kalau lama kelamaan otak menjadi rusak.

Tidur dengan kepala yang ditutupi merupakan kebiasaan buruk yang sangat berbahaya karena karbondioksida yang diproduksi selama tidur terkonsentrasi sehingga otak tercemar.

8. Berpikir Terlalu Keras Ketika Sedang Sakit
Bekerja keras atau belajar ketika kondisi tubuh sedang tidak fit juga memperparah ketidakefektifan otak. Sudah tahu sedang tidak sehat, sebaiknya istirahat total dan jangan forsir otak Anda.

9. Kurangnya Stimulasi Otak
Berpikir adalah cara terbaik untuk melatih kerja otak. Kurang berpikir akan membuat otak menyusut dan akhirnya tidak berfungsi maksimal. Rajin membaca, mendengar musik dan bermain (catur, scrabble, dll) membuat otak Anda terbiasa berpikir aktif dan kreatif.

10. Jarang Bicara
Percakapan intelektual biasanya membawa efek bagus pada kerja otak. Jadi jangan terlalu bangga menjadi pendiam. Obrolan yang bermutu sangat baik untuk kesehatan Anda. blog



HEBAT KARENA OTAK GARDAN GANDA


Ya, Obama memang kidal. Hal ini terlihat sejak hari pertama dia menjabat sebagai presiden. Sejumlah foto memperlihatkan dia menandatangani banyak dokumen dengan tangan kiri.

Dengan terpilihnya Obama, berarti 8 dari 44 presiden AS adalah kidal. Bila melihat bahwa kelompok kidal hanya sekitar 10% dari total populasi, berarti para presiden AS

mencetak prestasi yang lebih baik: 18% dari total presiden AS adalah kidal.

Bila perhitungan diperpendek menjadi sejak 1974, maka semua presiden AS adalah kidal kecuali Jimmy Carter dan George W. Bush. Presiden-presiden itu adalah Obama, Bill Clinton, George H.W. Bush, Ronald Reagan, dan Gerald Ford. Mantan Wapres Al Gore dan rival Obama dalam Pilpres lalu, John McCain juga kidal.

Sebagian masyarakat pun bertanya, apakah data ini hanya kebetulan, ataukah orang-orang kidal memiliki suatu power tersendiri untuk menjadi presiden?

“Inteligensia yang lebih tinggi dari rata-rata dan kemampuan bahasa membuat jumlah warga kidal yang masuk daftar orang berpengaruh selalu stabil dalam 200 ribu tahun terakhir,” kata Chris McManus, profesor pendidikan psikologi dan medis di University College London.

Banyak tokoh berpengaruh dan pelaku sejarah hebat adalah orang kidal. Iskandar Agung, sang penakluk Asia dan Afrika serta Kaisar Roma Charlemagne adalah kidal.

Sifat kidal diyakini berhubungan dengan kemampuan khas manusia: bahasa.

Kebanyakan manusia memproses bahasa di otak kiri mereka, bagian yang mengontrol gerakan anggota badan di sisi kanan.

Menurut para ahli, “spesialisasi” atau pembagian tugas antara otak kanan dan kiri sudah dimulai sejak janin dalam kandungan. Pembagian ini bukan dalam arti sebenarnya, karena biasanya mereka “bersaing” memperebutkan kontrol. Termasuk, dalam hal kebiasaan tangan (kidal atau normal).

Pada orang-orang kidal, berarti otak kanan yang memenangkan kontrol atas fungsi tangan tersebut, sementara otak kiri mengontrol kemampuan berbahasa. Uniknya, otak kiri disimpulkan para ahli memiliki “kemauan berbagi tugas”. Pada orang-orang kidal, kemampuan berbahasa tidak hanya diproses oleh otak kanan, namun juga otak kiri. Karena itu, orang kidal biasanya cerdas.

Meski belum ada studi yang komprehensif, namun diyakini kekidalan ini diwariskan. Ornagtua yang sama-sama kidal, hampir pasti kan melahirkan anak kidal.

Masyarakat kidal sendiri diperkirakan berusia sama tuanya dengan manusia itu sendiri. Paling tidak, alat-alat perkakas khusus untuk orang kidal dibuat sejak 500 ribu tahun lalu.

Perkakas untuk warga kidla tertua ditemukan di Kenya. Sekitar 54 alat-alat dari batu untuk orang kidal ditemukan di negara itu, 500 tahun lalu. Sementara masyarakat Neanderthal lebih dari 150 ribu tahun lalu sudah menandai peralatan mereka, sebagian untuk pengguna tangan kanan, sebagian lainnya untuk pengguna tangan kiri. Dan, perbandingan peralatan itu adalah 9:1, sama persis dengan rasio masyarakat kidal saat ini.
ap, spd.


Sumber : http://manajemenotak.blogspot.com/

By : Jupitter Pandawa

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

http://jupitterpandawa.blogspot.com/

Silahkan masukan comentar anda

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...