Halaman Utama

Jumat, 28 Januari 2011

Maling "Obok-Obok" Istana Wakil Presiden...???

 
 
   Dua buah laptop milik staf juru bicara kepresidenan dan 
sejumlah uang milik sekretaris militer kepresidenan raib, 
diduga kuat digasak maling. Beredar informasi, pencuri barang                 
di Wisma Negara (kompleks Istana Kepresidenan) itu telah mengenal seluk beluk 
kompleks yang sehari-hari dijaga oleh pasukan pengamanan 
presiden (Paspampres)
  
Juru 
Bicara Kepresidenan Andi Mallarangeng membenarkan kejadian 
tersebut. 

   Dia mengakui satu laptop yang hilang milik pribadi staf juru 
bicara kepresidenan dan satu lagi inventaris kantor sekretariat 
negara. Lalu, sejumlah uang yang hilang milik Sekretaris 
Kepresidenan Mayjen Bambang Sutedjo. 

    Hanya, informasi lain menyebutkan dua laptop yang hilang 
masing-masing milik pribagi juru bicara kepresidenan, Andi 
Mallarangeng dan Dino Patti Djalal. Andi sendiri mengaku tahu 
isi salah satu laptop yang hilang. Konon, isi satu laptop tidak terlalu 
penting,bukan menyangkut rahasia negara. 

    "Isinya hanya laporan tentang berbagai media massa dan 
acara-acara kepresidenan. Kami sangat menyesalkan (di kompleks 
kepresidenan-red) kehilangan laptop dan uang tersebut," katanya 
menjawab pertanyaan wartawan di Istana Negara, Jln. Medan Merdeka Utara, Jakarta, Senin.
     Sumber lain menyebutkan, laptop dan uang yang raib itu berada 
di almari yang terkunci di lantai dua Wisma Negara. Di tempat 
tersebut, sebagai kantor sekretaris kabinet dan dua juru bicara 
kepresidenan, Andi Mallarangeng dan Dino Patti Djalal. Sedang uang milik        
     sekretaris militer hilang di ruang kerjanya di bagian lain dalam 
kompleks Wisma Negara.

     Beredar kabar yang bersifat spekulatif bahwa 
pencuri laptop dan uang diduga masih orang dalam atau orang 
yang bekerja di lingkungan istana dan mengetahui seluk beluk ruangan.
Diselidiki

     Menjawab pertanyaan saat keluar dari Istana Presiden, Kapolri 
Jenderal Pol. Sutanto menyatakan, pihaknya sudah mengetahui 
adanya kasus tersebut dan saat ini sedang dilakukan                 
penyelidikan oleh Polisi Sektor Gambir. 
     Menurut dia, kasus pencurian laptop dan sejumlah uang tidak 
harus ditangani oleh penyidik Mabes Polri. Ini dikaitkan dengan 
locus (tempat) kejadian yang terdekat dengan Polsek Gambir. 
Alasan lainnya, kalau Mabes Polri yang turun langsung menangani                 
pencurian, bisa ditertawakan wartawan.

     "Kehilangan itu Polsek-lah yang menangani. Dan, pencurian bisa 
terjadi di mana saja kalau (barang dan tempatnya) nggak 
dijaga," tutur Sutanto.
     Secara terpisah, Wakil Ketua Komisi I DPR Yusron Ihza menilai 
hilangnya barang-barang penting di Istana Kepresidenan sebagai 
bentuk lemahnya pengamanan gedung penting tersebut. "Ini sangat 
berbahaya bagi kelanjutan Indonesia, karena barang-barang tersebut 
            
   dikhawatirkan ada informasi penting yang hanya diketahui oleh pemerintah 
sendiri," katanya di gedung DPR Senayan, Jakarta senin.
   Menurut dia, kejadian hilangnya laptop milik staf jubir 
kepresidenan tidak bisa didiamkan saja. "Ini luar biasa. Mau 
jadi apa negeri ini, kalau maling saja berani "mengobok-obok" 
Istana Presiden," ujar adik Mensesneg Yusril Ihza Mahendra itu.
 
 
Sumber : http://www.mail-archive.com/baraya_sunda@yahoogroups.com/msg03746.html

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

http://jupitterpandawa.blogspot.com/

Silahkan masukan comentar anda

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...