Halaman Utama

Senin, 11 April 2011

Durian Raksasa

Jupitter News _ Ukuran tak lazim varietas legendaris durian monthong asal Thailand baru saja berhasil dipanen di Plantera kebun buah Kalisidi Kecamatan Gunungpati Semarang. Tak tanggung-tanggung, komoditas buah yang memiliki produktivitas serta keawetan tinggi ini memiliki bobot 13,8 kilogram dengan lima juring. Berat ini tentu saja diatas rata-rata monthong normal yang kisarannya hanya 4-5 kg. Bahkan dari plantera milik pengusaha perkebunan Budi Darmawan ini, varietas monthong berukuran di atas standar paling hanya berbobot 11 kg, 9 kg, atau 7 kg.


wit durian

Di atas lahan seluas 20 hektare ditanam 2.000 pohon durian monthong yang saat ini sudah produktif berusia 4,5 tahun hingga 7 tahun. Hasilnya, setiap kali panen bisa menghasilkan 20 butir sampai 54 butir per pohon. Jika per kilogramnya durian jenis ini dijual Rp. 15 ribu, maka untuk sebuah durian raksasa tersebut kita harus mengeluarkan biaya hingga Rp. 207 ribu.


rebutan durian

Menurut pakar tanaman buah dari Malaysia Erick Lim, varietas monthong memang berukuran cukup besar tetapi yang biasa ditemukan berbobot hingga 6 kg saja. Bahkan, untuk ukuran yang diatas 12 kg diakuinya termasuk sangat jarang ditemui. Volume daging buahnya bisa sekitar 55%. ”Durian baru dipanen sekali ini dan berasal dari pohon yang baik, batang yang sehat dan didesain dengan jumlah buah sedikit,” jelas Eric, kemarin.


plantera

Monthong raksasa ini masak pohon. Jika biasanya butuh waktu 120-125 hari agar durian benar-benar matang di pohonnya, maka khusus durian yang dipanen akhir pekan lalu ini membutuhkan waktu hingga 135 hari. Unggul Suroso, Manajer Koordinator Kebun menjelaskan selain pupuk dasar untuk pertumbuhan dua minggu sekali, adapula pupuk produksi dan pupuk rehabilitasi.

Plantera Ngebruk

Selain di Plantera Kalisidi, durian monthong ini juga dibudidayakan di Plantera Kebun Ngebruk yang baru saja soft opening Sabtu (15/11) lalu. Jika di Kalisidi luas areal durian mencapai 20 hektare, maka di Ngebruk khusus monthong ada sekitar 3 hektare dengan jumlah mencapai 324 pohon. ”Di agrowisata Ngebruk, pongge (biji) durian monthongnya lebih kecil-kecil bahkan kadang kita susah mau cari bijinya dimana,” ujar Budi Darmawan di areal agrowisata Plantera Ngebruk yang direncanakan dibuka resmi oleh Gubernur Bibit Waluyo, Minggu (14/12) mendatang.


P.Budi Lengken 2
 
Di bulan-bulan Desember hingga Februari disebutnya sebagai waktu yang pas untuk menikmati semua buah yang dibudidayakan di sana. Mulai dari lengkeng itoh, monthong, sirkaya grand anona, buah naga, melon, jambu citra, rambutan binjai, dan lain-lainnya. 


mobil wisata
 
Unggul menambahkan, durian monthong mulai belajar berbunga sejak umur 3 tahun dan dapat dibuahkan 5 butir per tanaman untuk awalnya. Perlakuan durian monthong memang harus hati-hati. Pasalnya, durian mudah meranggas dan tidak tahan kekeringan. Belum lagi pertumbuhan tunas dan daun bakal terganggu jika kekurangan air dan kelembaban di bawah 70%.




Sumber : http://obortani.com/read/2009/05/27/durian-monthong-raksasa-138-kg-dipanen-corporate-social-responsibility-csr.html

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

http://jupitterpandawa.blogspot.com/

Silahkan masukan comentar anda

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...