Halaman Utama

Sabtu, 16 April 2011

Buah Langka Dari 4 Lawang

 Inilah buah kepayang.

Jupitter News _ BUAH Kepahyang mungkin sudah tidak asing lagi bagi warga di Empat Lawang. Hampir sebagian besar warga di Empat Lawang menanam pohon kepahyang yang nantinya dibuat sebagai sayuran. Memang, rasa kepahyang memberikan rasa tersendiri, hal ini yang membuat tidak sedikit warga yang suka makan sayur buah kepahyang. Hal ini, mematahkan anggapan sebagian orang yang menyatakan, apabila makan buah tersebut bisa membuat mabuk.
Hanya saja, untuk menghindari terjadinya mabuk, perlu pengolahan yang cukup lama. Saat ini buah Kepahyang sedang membanjiri di pasaran Tebing Tinggi. Bak jamur pada musim hujan, banyak para pedagang yang lebih dikenal Tauke berlomba-lomba membeli biji Kepahyang dari petani, bahkan perdagangan dalam skala besar dan pemasarannya menembus pasaran di luar Pulau Sumatera, seperti Pulau Jawa. Bahkan, menjadi salah satu kota pemasok terbesar buah Kepahyang.
Selain sebagai bahan sayuran, buah tersebut juga diolah menjadi makanan dan bahan pengawet. Setiap minggunya para tauke yang telah mengumpulkan biji Kepahyang dari para petani ini mengirim biji kepahyang yang telah dikumpulkan melalui ekspedisi. Biasanya dalam jumlah yang besar,hingga 7 ton dalam satu kali pengiriman untuk setiap minggunya.Kopli (50), merupakan satu-satunya Tauke dari Tahun 1984 hingga sekarang yang ada di Empat Lawang bahkan se-Sumatera Selatan sekalipun.
Dia mengklaim bahwa dirinya yang pertama kali membeli atau Tauke  buah Kepahyang di Sumatera Selatan (Sumsel), “saya sudah lama menggeluti bisnis buah kepahyang, bahkan saya merupakan orang yang pertama kali membeli buah Kepahyang dari masyarakat Empat Lawang,” terangnya, Jumat (3/12) lalu.
Biasanya ia membeli biji Kepahyang dari para petani Rp800 per Kg. Namun, untuk saat ini harga buah Kepahyang mengalami penurunan. Sebelumnya, harga buah Kepahyang dia membeli Rp1.000 hingga Rp1.200 /Kg.
Pengiriman buah Kepahyang ke pulau Jawa, ungkap Kopli, biasanya satu minggu sekali, dengan rata-rata jumlah yang dikirimkan ke pulau Jawa mencapai tujuh ton per minggu apalagi pada musimnya. “Di Tahun 1984 hingga tahun 2000, pengiriman buah Kepahyang mencapai 160 ton permusim,” cerita Kopli. Tetapi, diatas Tahun 2000 hingga sekarang, pengirimannnya merosot tajam, berkisar 70 ton permusim. Hal ini disebabkan ada tauke lagi selain Kopli yang ada di Tebing Tinggi dan ada juga di luar Empat Lawang, seperti di kota Lubuk Linggau dan kota-kota lainnya.
Dari jumlah yang dikirim, biasanya akan ada penyusutan, dikarenakan apabila di pendam cukup lama, beratnya akan berkurang. “Biasanya, kalau pengiriman buah Kepahyang ke Jawa terlambat, maka akan terjadi penyusutan  berkisar 30 persen. Namun, jika pengirimannya tidak terlambat, penyusutannya hanya berkisar 20 persen,” jelasnya.
Selama puluhan tahun, Kopli menekuni bisnis buah Kepahyang tersebut, meskipun buah tersebut adalah buah musiman. Menurutnya, bisnis yang di tekuninya sangat menjanjikan. “Yang jelas kalau tidak ada untungnya, saya tidak akan bertahan lama menjadi pedagang buah Kepahyang,” pungkas Kopli yang enggan menyebutkan besar untung yang ia dapatkan dari penjualan buah tersebut.
 
 
 
 
Sumber : http://4lawang.wordpress.com/2009/12/15/4l-pemasok-terbesar-buah-kepahyang/

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

http://jupitterpandawa.blogspot.com/

Silahkan masukan comentar anda

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...